https://www.cnnindonesia.com/

Pertalite vs Pertamax mungkin jadi diskursus internal yang kerap melanda para pengguna kendaraan bermotor. Kedua bahan bakar minyak (BBM) itu memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain.

Bukan hanya berbeda, itu juga memengaruhi kekurangan dan kelebihan masing-masing jenis BBM.

Terlebih lagi, sejak akhir tahun lalu pemerintah telah mencanangkan untuk menghapus tipe BBM bersubsidi seperti Pertalite dan juga Premium.

Eksekusinya memang akan dilakukan secara bertahap. Mulai dari mengganti Premium dengan Pertalite, lalu terus bergerak menuju BBM yang lebih ‘hijau’ atau ramah untuk lingkungan.

Jika itu sudah diterapkan sepenuhnya, maka para pengendara–khususnya motor–harus siap membanting setir ke BBM jenis lain dengan kandungan oktan lebih tinggi seperti Pertamax.

Nah, artikel ini akan membahas tentang masing-masing karakteristik BBM, dari Premium, Pertalite, sampai Pertamax. Begitu pula dengan kelebihan dan kekurangan setiap jenisnya.

Perbedaan Pertamax vs Pertalite

Pertama-tama, mari bahas perbedaan karakteristik antara Pertamax vs Pertalite. Apa saja unsur-unsur yang membedakan kedua jenis bahan bakar itu?

Lalu, mana yang lebih unggul jika dilihat dari berbagai aspek? Untuk menemukan jawabannya, yuk simak ulasan berikut.

Nilai oktan Pertamax vs Pertalite

Bagaimana jumlah oktan Pertalite vs Pertamax? Menurut situs resmi Pertamina, Pertalite memiliki kadar Research Octane Number (RON) sejumlah 90.

Itu jauh lebih tinggi dari Premium (minimal 88). Namun, lebih rendah ketimbang Pertamax yang mengandung RON minimal 92, sesuai standar internasional. Nilai oktan merupakan salah satu kelebihan Pertamax daripada Pertalite.

Memang, apa sih fungsi kadar oktan dalam bahan bakar minyak? Kandungan unsur itu membantu menyempurnakan pembakaran sehingga tak ada residu.

Nah, semakin tinggi oktan berarti semakin besar kemungkinan mesin kamu bebas dari residu BBM.

Tak ayal, melalui situs Pertamina Fuels, perusahaan pelat merah itu menyarankan agar para pengemudi menggunakan Pertamax bagi kendaraan mereka.

Harga Pertalite vs Pertamax

Berdasarkan keterangan resmi Pertamina pada Februari 2022, harga Pertalite masih berada di level Rp10.000 per liter. Sementara itu, Pertamax dijual dengan kisaran harga Rp13.900 per liter.

Harga Pertamax memang lebih mahal, tapi itu dipengaruhi oleh kandungan oktan di dalamnya.

Keunggulan Pertamax daripada Pertalite, yakni: pembakaran yang lebih optimal dan kemampuan membersihkan dan melindungi mesin menggunakan PERTATEC Tecnology.

Sementara tiga keunggulan Pertalite, yakni: harga terjangkau, lebih berkualitas dari Premium, dan jarak tempuh yang lebih jauh.

Sedikit informasi, PERTATEC digadang-gadang bisa membersihkan endapan kotoran di bagian mesin tiga kali lebih baik daripada produk sebelumnya.

Selain itu, teknologi itu juga diklaim dapat mengangkat kotoran yang mengendap di injector hingga 20 persen (Pertamax) dan 80 persen (Pertamax Turbo).

Bagusan Pertamax Turbo atau Pertalite?

Pertamax sendiri hadir dengan varian lain, yakni Pertamax Turbo. Kualitasnya berada di atas Pertamax, sebab kandungan RON-nya mencapai 98, yang tertinggi di antara Premium, Pertalite, dan Pertamax.

Selain itu, kandungan sulfur Pertamax Turbo pun di bawah 50 ppm, sesuai dengan standar EURO 4. Bahkan, itu juga disertai dengan formula PERTATEC dan Ignition Boost Formula.

Lebih bagus Premium, Pertalite atau Pertamax

Setelah mengadu Pertalite dan Pertamax, sekarang saatnya membandingkan Premium vs Pertalite vs Pertamax dari berbagai aspek.

Baik dari segi polusi, warna, maupun tipe kendaraan yang cocok dengan masing-masing jenis BBM tersebut.

Polusi yang dihasilkan

Setiap kendaraan bermotor melahirkan hasil pembakaran dalam bentuk asap yang keluar dari knalpot. Nah, tingkat polusi setiap kendaraan dipengaruhi oleh jenis bahan bakar yang dipakai.

Perlu kamu ketahui, karena kandungan yang berbeda, tiap BBM memiliki kadar polusi yang berbeda.

Misalnya, Pertamax dan Pertalite mengandung zat antikarat, demulsifier, serta penjaga kualitas kemurnian BBM.

Namun, di dalamnya tidak ada timbal. Kandungan RON di setiap jenis BBM pun berdampak terhadap level polusinya.

Bila kita lihat dari kandungan masing-masing BBM, berikut ini tingkat polusinya:

  • Premium: Tinggi (Besar).
  • Pertamax: Rendah (Sedikit).
  • Pertalite: Rendah (Sedikit).
  • Pertamax Turbo: Paling Rendah (Paling Sedikit).

Warna cairan dan gagang pengisian

Karena kandungan zat yang berbeda, maka warna setiap bahan bakar minyak yang dijajakan oleh Pertamina pun berbeda. Berikut ini perincian warna untuk setiap BBM produksi yang perlu kamu ketahui:

  • Premium: Kuning cerah, mengandung zat tambahan warna.
  • Pertalite: Hijau terang.
  • Pertamax: Biru kehijau-hijauan.
  • Pertamax Turbo: Merah.

Perbedaan warna itu menunjukkan bahwa setiap jenis BBM memiliki kualitas berbeda. Sebab, itu juga berdampak terhadap performa mesin.

Pembakaran di mesin dengan bahan bakar tanpa bahan pewarna cenderung lebih baik daripada mesin yang memakai bahan bakar dengan warna tambahan.

Selain warna cairan, warna gagang pengisian atau nozzle setiap bahan bakar berminyak di SPBU pun berbeda. Perhatikan saja ketika kamu datang ke SPBU.

Tipe kendaraan yang cocok untuk tiap BBM

Sebagai informasi, Pertamax dirancang untuk kendaraan yang mempunyai mesin kompresi lebih dari 10:1 hingga 10,9:1.

Jenis BBM itu cocok untuk kendaraan produksi APM, khususnya keluaran tahun 2000-an. Hampir semua kendaraan baru berjodoh dengan Pertamax.

Di sisi lain, Pertalite cocok untuk jenis kendaraan dengan kompresi mesin 9:1 sampai dengan 10:1. Artinya, kendaraan itu membutuhkan BBM dengan RON 90.

Jadi, pastikan untuk mengetahui apa saja supaya tidak salah menggunakan bahan bakar pada mobilmu.

Keunggulan Pertamax

Selain mengandung RON yang tinggi dan dilengkapi dengan PERTATEC, Pertamax memiliki stabilitas oksidasi dengan satuan menit ASTM D 525 minimal 480. Kandungan belerangnya, yakni: satuan % m/m ASTM D 2622 / D 4294 maksimal 0,05.